Kandungan Alkohol Dalam Skincare
Alkohol Dalam Skincare
Alkohol sering kali menjadi salah satu bahan yang dihindari dalam dunia
skincare. Tapi nyatanya tidak semua alkohol harus dihindari. Ada beberapa
alasan mengapa alkohol digunakan sebagai salah satu ingredient dalam pembuatan
skincare diantaranya :
Menyatukan Kandungan: Alkohol
dapat membantu menyatukan berbagai kandungan dalam produk skincare.
Astringents: Kandungan
alkohol juga dapat membantu mengecilkan pori-pori dan mengencangkan
kulit.
Memaksimalkan Penyerapan: Alkohol
dapat membuat tekstur produk lebih ringan dan tak lengket sehingga produk lebih
terserap dengan optimal.
Pengawet: Memiliki
sifat anti0bakteri, alkohol dapat membantu melawat bakteri dan juga menjaga
mengawetkan produk.
Jenis Alkohol
Jenis alkohol
yang terkandung dalam produk skincare ada berbagai macam,
Beauties. Yuk, cari tahu mana alkohol denat yang baik dan buruk utuk kulit
Beuties……..
1. Jenis Alkohol
Baik
Nah, saatnya membicarakan tentang alkohol denat yang baik
dalam skincare.
Alkohol baik ini dikenal sebagai fatty alcohol alias alkohol
berlemak. Fatty
alcohol merupakan alcohol yang memiliki berat molekul lebih besar dari pada
simple alcohol. Karena sifatnya yang mampu menahan kelembapan lebih lama dan
memperlambat penguapan air dari dalam lapisan kulit membuat alkohol ini sering
juga disebut sebagai ‘good’ alcohol. Selain itu alkohol ini juga berfungsi
sebagai pengental atau penyatu beberapa ingredient agar tidak
terpisah. Alkohol jenis ini juga digunakan sebagai emollient.
Namun
jika digunakan dalam persentase tinggi dapat berpotensi menyumbat pori-pori.
Walaupun kasus ini jarang ditemui pada beberapa orang mampu membuat kulit
mereka menjadi sensitif.
Berikut
ini merupakan jenis alkohol yang termasuk dalam kategori fatty alcohol; Cetyl
Alcohol, Cetearyl Alcohol, Strearyl Alcohol, Behenyl Alcohol, Myristyl Alcohol,
C12-16, Glyceryl Stearate, Glycol, Lanolin Alcohol, Lauryl, Alcohol, Linoleyl
Alcohol, Oleyl Alcohol.
yang
perlu kamu ingat adalah tidak selamanya alkohol pada skincare itu buruk. Kamu
bisa meminimalisir efek kering yang ditimbulkan oleh simple alkohol dengan
kandungan skincare lain yang mamapu melembabkan.
Disamping
itu alkohol akan lebih mudah menguap jika diaplikasikan pada kulit sehingga
efek negatif tidak akan berlangsung cepat dan alkohol tidak terlalu terserap
oleh kulit.
Pemilik jenis kulit yang kering atau sensitif, perlu teliti dalam
memilih produk skincare. Pemilik kulit sensitif dan kering, sebisa
mungkin menghindari penggunaan produk skincare yang mengandung
pewangi, paraben, sulfate, dan alkohol.
Pasalnya, meskipun kandungan alkohol memiliki manfaat untuk membantu
penyerapan produk, kamu juga harus berhati-hati. Pasalnya ada beberapa jenis
alkohol yang buruk dan yang masih aman untuk wajah.
Jenis alkohol
baik ini tidak mengiritasi dan sangat bermanfaat bagi kulit, termasuk kulit
kering dan sensitif.
Dilansir dari
Derm Collective, ini dia jenis alkohol denat baik untuk kulit:
· Cetearyl alcohol
· Glycol
· Cetyl alcohol
· C12-16
· Stearyl alcohol
· Myristyl alcohol
· Lauryl alcohol
Jenis alkohol di
atas diambil dari lemak alami dan minyak, biasanya dari kelapa. Adapun gunanya
untuk melembapkan kulit kering, hingga membantu bahan skincare lain
meresap.
Mengenal manfaat alkohol pada
skincare
Tidak hanya memiliki dampak buruk bagi kulit, faktanya kandungan alkohol
juga memiliki beberapa manfaat. Alkohol bertindak sebagai pelarut dalam skincare yang
dapat membantu menyatukan berbagai kandungan produk, sehingga produk memiliki
tekstur yang lembut dan halus. Zat ini juga dapat membantu memaksimalkan
penyerapan produk skincare yang digunakan. SAlkohol juga
akan membuat konsistensi produk tersebut agar terasa lebih ringan dan tidak
terasa lengket di kulit.
Berkat kandungan anti-bakteri pada alkohol juga dapat digunakan sebagai
bahan pengawet dalam produk skincare.
·
Cetearyl alcohol mampu memberi tekstur pada
skincare
Cetearyl alcohol merupakan zat pengemulsi di dalam produk skincare. Zat
ini mampu memberikan tekstur pada produk cream dan lotion yang
sering digunakan untuk melembapkan kulit. Zat ini aman untuk kulit karena
kandunganya diambil dari tumbuh-tumbuhan dan mampu melembapkan dan mencegah
iritasi pada kulit.
·
Cetyl alcohol mampu melembapkan kulit
Cetyl alcohol merupakan zat yang berasal dari minyak, yaitu palm
oil. Bahan ini mampu bekerja sebagai pengemulsi, pengental, dan carrying
agent pada skincare. Meskipun disebut sebagai alkohol,
cetyl alkohol tidak bersifat iritasi atau membuat kulit menjadi kering. Bahan
ini mampu melembapkan dan menyehatkan kulit.
·
Behenyl alcohol mampu menghaluskan kulit
·
Behenyl alcohol merupakan salah satu jenis alkohol
yang banyak dimasukkan ke dalam produk skincare. Zat ini dapat
membantu memberikan perbedaan kekentalan pada sebuah produk, seperti lotion.
Behenyl alcohol berbeda dengan jenis alkohol lainnya yang biasanya
membuat kulit menjadi kering. Bahan yang satu ini mampu membuat kulit terasa
lembut, halus, dan menjaga kelembapan kulit.
2. Jenis Alkohol
Buruk
Mengenal dampak buruk penggunaan alkohol
pada skincare
Penggunaan skincare yang mengandung alkohol dalam
jangka panjang dapat merusak lapisan dermal, sehingga kondisi kulit yang normal
akan rentan dan mudah terjadinya iritasi. Lapisan dermal sendiri merupakan
pelindung kulit wajahmu. Tidak hanya mampu melindungi kulit dari paparan
bakteri, kuman, dan penyebab alergi. Tetapi, lapisan dermal ini juga dapat
menjaga kelembapan kulitmu.Salah satu cara pencegahan yang bisa kamu lakukan
adalah dengan merasakan reaksi pada kulit ketika mencoba salah satu produk.
Lapisan pelindung kulit akan terasa perih, panas, bahkan terasa seperti
terbakar saat bahan-bahan yang tidak cocok tersebut diaplikasikan ke wajah
beuties.
Simple
Alcohol
Sering
disebut sebagai ‘bad’ alcohol ini merupakan jenis alkohol yang memiliki molekul
lebih kecil, tekstur yang ditawarkan biasanya lebih ringan sehingga mampu
memberi efek ‘matte’ pada kulit berminyak. Berfungsi sebagai pengawet dan
penghambat pertumbuhan bakteri pada produk. Selain itu ingredient lain seperti
Vitamin C dan Vitamin A mampu menembus dan penetrasi lebih efektif.
Namun
untuk kamu yang memiliki kulit kering, dan sensitif tidak dianjurkan untuk
menggunakan alkohol ini karena hanya akan menimbulkan iritasi pada kulit. Untuk
jangka panjangnya alkohol ini dapat menghilangkan minyak alami pada wajah dan
beresiko merusak skin barrier sehingga banyak yang menghindari
alkohol jenis ini
Berikut
ini merupakan jenis alkohol yang tergolong dalam kategori simple alkohol; Alcohol,
SD Alcohol, SD Alkohol 40, Denaturated Alcohol, Alcohol Denat, Isopropyl
Alcohol, Ethanol, Ethyl Alcohol, Methanol, Methyl Alcohol, Polyvinyl Alcohol,
Benzyl Alcohol.
·
Kandungan alkohol jenis ethanol membuat kulit
menjadi lebih kering
Pada produk skincare, kandungan alkohol memang dikenal
mempunyai reputasi yang mampu membuat kulit menjadi terasa lebih kering. Oleh
karena itu, kandungan alkohol yang harus kamu perhatikan saat ingin
menggunakan skincare adalah ethanol yang juga
memiliki nama lain seperti cisopropyl alcohol dan etyl alcohol.
Alkohol jenis ini merupakan jenis alkohol yang cenderung cepat menguap dan
menghilangkan kadar minyak pada kulit wajah dengan cepat. Kamu harus
berhati-hati karena akan membuat kulit menjadi terasa gatal, timbul
merah-merah, memproduksi sebum berlebih, dan menjadi sangat kering.
Sebaiknya, jangan lupa untuk menggunakan hydrating toner setelah
mengaplikasikan produk yang mengandung alkohol untuk mengurangi dampak yang
akan terjadi pada kulit.
·
Kandungan alkohol berdampak kerusakan kulit secara
permanen
Ethanol tidak hanya akan membuat kulit menjadi lebih kering, tapi juga
dapat merusak kulit bahkan sampai menyebabkan apoptosis. Apoptosis adalah
ketika sel kulit mengalami kemunduran, tidak berkembangan, dan menjadi mati.
Untuk mengatasinya, kamu bisa mencari alternatif lain yang bisa dikatakan lebih
aman dan tidak terlalu menguras minyak yang ada pada kulit.
·
Denat alcohol dapat merangsang tumbulnya jerawat
Kandungan turunan alkohol seperti denat alcohol, SD alcohol, dan
isopropyl alcohol juga sering ditemukan pada produk skincare untuk jenis kulit
berminyak dan berjerawat. Hal ini dikarenakan kandungan ini berfungsi sebagai
pelarut dan menyatukan campuran kandungan lain yang ada pada produk. Dapat
dikatakan dengan adanya kandungan alkohol tertentu, penyerapan skincare pada
kulit akan lebih cepat. Namun, akan ada efek samping seperti dehidrasi, kering
dan kandungan minyak jadi akan lebih banyak, karena produksi minyak yang
berlebih ini lah jerawat akan terus muncul. Oleh karena itu, kamu peril
memiliki produk dengan kandungan alkohol yang aman untuk kulitmu.
·
Stearyl alcohol bisa menyumbat pori-pori pada kulit
Kamu juga perlu berhati-hati dengan alkohol jenis stearyl. Pasalnya,
alkohol jenis ini kandungannya mampu menyumbat pori-pori. Namun tidak perlu
panik, yang dapat kamu lakukan adalah dengan memilih produk yang tepat agar
pori-pori tidak tersumbat. Misalnya, memilih produk yang mengandung retinol
atau charcoal. Selain itu, jangan lupakan double
cleansing, dengan melakukan metode tersebut kulit akan terasa lebih
bersih.
Alkohol buruk
yang terdapat di produk skincare dapat memberikan sensasi
kering di wajah, menghilangkan minyak, dan terasa ringan. Makanya banyak yang
menyukai jenis alkohol ini, terutama bagi beauyaies yang memiliki kulit
berminyak.
Tapi manfaat itu
hanya terasa sebentar, lalu malah memberikan dampak negatif yang berlangsung
lama.
Dilansir dari
Everyday Health, beberapa jenis alkohol yang buruk adalah:
- SD alcohol (40)
- Denatured alcohol
- Isopropyl alcohol
- Ethanol
- Methanol
- Benzyl alcohol
Bila beauties menemukan
bahan-bahan tersebut di dalam produk skincare, lebih baik tidak
usah dibeli, ya.
Biasanya jenis
alkohol ini banyak digunakan pada toner dan
pelembap gel.
Jenis alkohol di
atas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan berbahaya bagi lapisan
pelindung kulit.
“Alkohol-alkohol
tersebut akan membuat pori-pori semakin besar dan meningkatkan produksi
minyak,” jelas Maryam Zamani, MD, dokter ahli kecantikan, sekaligus pendiri MZ
Skin, kepada Hello Ava.
“Ethanol pada
toner dapat membuat kulit
sensitif menjadi kering. Semakin tinggi kandungan alkoholnya, semakin
kuat dampaknya pada kulit,” lanjutnya.
Namun, kadang
jenis alkohol itu baik untuk beberapa kondisi, misalnya dalam mengatasi jerawat
membandel.
“Tidak masalah
jika menggunakannya untuk perawatan jerawat, karena tujuannya untuk membuat
infeksi jerawat tersebut jadi kering. Alkohol juga digunakan untuk mengurangi
minyak berlebih di kulit sebelum ahli perawatan kulit mengaplikasikan chemical
peel. Hal itu berguna untuk memastikan peel masuk ke
lapisan kulit secara mendalam,” terang ahli kecantikan selebriti, RenĂ©e Rouleau
kepada Byrdie.com.
Manfaat Alkohol
1. Melawan
Bakteri
Isopropyl adalah istilah
teknis untuk alkohol denat. Ini relatif murah dan banyak tersedia di toko obat
tanpa resep, biasanya terletak di lorong pertolongan pertama.
Sebagian besar
alkohol gosok yang dijual bebas mengandung 70% isopropil, sisanya terdiri dari
air atau minyak.
Alkohol gosok
dikatakan dapat melawan
bakteri dan mikroba berbahaya lainnya.
Efek tersebut
membuat alkohol denat gosok dan bahan lain yang mengandung alkohol penting
untuk membersihkan luka dan mendisinfeksi permukaan.
Alkohol juga
merupakan bahan utama dalam banyak pembersih tangan.
Namun, potensinya
hanyalah salah satu bagian dari kunci untuk memahami alkohol denat gosok.
Saat alkohol
bersentuhan dengan kulit kita, ia mendisinfeksi dengan menghancurkan bakteri.
Ini mencakup semua jenis, tidak hanya yang berbahaya.
2. Membantu
Pengobatan Jerawat
Alkohol juga
menguap dengan cepat, yang menjadikan zat ini ideal untuk persiapan injeksi dan
penggunaan medis lainnya.
Secara teori,
efek antibakteri dan antimikroba dari alkohol gosok dapat membantu untuk
pengobatan jerawat.
Hal ini terutama
terjadi pada jerawat inflamasi, yang sering kali disebabkan oleh bakteri P.
acnes. Jerawat
inflamasi terdiri dari:
- Nodul
- Papula
- Pustula
- Kista yang sulit disembuhkan
Alkohol denat
gosok kemungkinan tidak akan bekerja dengan cara yang sama untuk jerawat yang
tidak meradang (komedo dan komedo putih).
Jenis jerawat ini
tidak disebabkan oleh bakteri dan organisme lain. Komedo dan komedo
putih disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat.
Namun, efek
pengeringan alkohol dapat mengeringkan sel kulit mati, yang secara teori dapat
mengurangi timbulnya pori-pori tersumbat.
Sisi negatif dari
penggunaan bahan desinfektan yang kuat seperti alkohol gosok untuk jerawat
adalah bahwa hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung metode tersebut.
Penelitian pada
manusia diperlukan untuk menilai dengan benar efek alkohol gosok untuk
menentukan apakah ini adalah bentuk perawatan jerawat yang bermanfaat.
Menurut jurnal
yang diterbitkan dalam International
Journal of Women's Dermatology, tentang perawatan jerawat
untuk wanita dewasa dengan acne vulgaris mencatat berbagai bahan aktif OTC dan
resep yang bermanfaat untuk jerawat, seperti benzoyl peroxide.
Ulasan tersebut
juga melihat minyak esensial, seperti kayu putih dan jojoba. Namun, tidak
disebutkan alkohol gosok saja sebagai pengobatan jerawat yang efektif.
Tinjauan klinis
lain juga melihat antibakteri untuk pengobatan jerawat, di antara bahan aktif
lainnya.
3. Persentase
Kecil
Para penulis
mencatat bahwa antibakteri seperti retinoid yang
diresepkan akan membantu untuk kasus jerawat ringan hingga sedang.
Jadi sebelum
menggunakan alkohol gosok pada wajah, pastikan Moms memilih alkohol denat
isopropil yang tidak lebih dari 70% etanol.
Meskipun tersedia
di toko obat dalam formula alkohol 90%, ini terlalu kuat untuk kulit kita, dan
sama sekali tidak perlu.
Idealnya,
beauties harus mulai dengan persentase yang lebih rendah untuk melihat apakah
ini berhasil tanpa membuat kulit terlalu kering.
Sumber



Komentar
Posting Komentar