Kandungan Alkohol Dalam Skincare




Hi, Beauties welcome to my beauty jurnal membahas chemical ingridients with me, Azzahra Aprilia.... di dalam skincare sering kita jumpai bahan kimia bernama Alkohol, alkohol ini merupakan bahan yang fungsinya sebagai bahan pengawet dalam skincare. Namun, alkohol memiliki reputasi yang buruk dalam dunia perskincarean.... Alasaannya ? karena alkohol di anggap sebagai bahan yang tidak baik untuk kulit karena efeknya membuat kulit menjadi kering dan inflamasi (kemerahan). Lalu... apakah kita harus menghindari semua skincare yang terdapat alkohol di dalamnya ? tentu tidak beuties, karena tidak semua Alkohol itu buruk untuk kulit kita,. Nah, untuk lebih jelasnya .... Silakan simak penjelasan berikut.

Alkohol Dalam Skincare

Alkohol sering kali menjadi salah satu bahan yang dihindari dalam dunia skincare. Tapi nyatanya tidak semua alkohol harus dihindari. Ada beberapa alasan mengapa alkohol digunakan sebagai salah satu ingredient dalam pembuatan skincare diantaranya :

Menyatukan Kandungan: Alkohol dapat membantu menyatukan berbagai kandungan dalam produk skincare.

Astringents: Kandungan alkohol juga dapat membantu mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit. 

Memaksimalkan Penyerapan: Alkohol dapat membuat tekstur produk lebih ringan dan tak lengket sehingga produk lebih terserap dengan optimal. 

Pengawet: Memiliki sifat anti0bakteri, alkohol dapat membantu melawat bakteri dan juga menjaga mengawetkan produk. 

Jenis Alkohol

Jenis alkohol yang terkandung dalam produk skincare ada berbagai macam, Beauties. Yuk, cari tahu mana alkohol denat yang baik dan buruk utuk kulit Beuties……..

1. Jenis Alkohol Baik

Nah, saatnya membicarakan tentang alkohol denat yang baik dalam skincare. Alkohol baik ini dikenal sebagai fatty alcohol alias alkohol berlemak.  Fatty alcohol merupakan alcohol yang memiliki berat molekul lebih besar dari pada simple alcohol. Karena sifatnya yang mampu menahan kelembapan lebih lama dan memperlambat penguapan air dari dalam lapisan kulit membuat alkohol ini sering juga disebut sebagai ‘good’ alcohol. Selain itu alkohol ini juga berfungsi sebagai pengental atau penyatu beberapa ingredient agar tidak terpisah. Alkohol jenis ini juga digunakan sebagai emollient.

Namun jika digunakan dalam persentase tinggi dapat berpotensi menyumbat pori-pori. Walaupun kasus ini jarang ditemui pada beberapa orang mampu membuat kulit mereka menjadi sensitif.

Berikut ini merupakan jenis alkohol yang termasuk dalam kategori fatty alcohol; Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Strearyl Alcohol, Behenyl Alcohol, Myristyl Alcohol, C12-16, Glyceryl Stearate, Glycol, Lanolin Alcohol, Lauryl, Alcohol, Linoleyl Alcohol, Oleyl Alcohol.

 yang perlu kamu ingat adalah tidak selamanya alkohol pada skincare itu buruk. Kamu bisa meminimalisir efek kering yang ditimbulkan oleh simple alkohol dengan kandungan skincare lain yang mamapu melembabkan.

Disamping itu alkohol akan lebih mudah menguap jika diaplikasikan pada kulit sehingga efek negatif tidak akan berlangsung cepat dan alkohol tidak terlalu terserap oleh kulit. 

Pemilik jenis kulit yang kering atau sensitif, perlu teliti dalam memilih produk skincare. Pemilik kulit sensitif dan kering, sebisa mungkin menghindari penggunaan produk skincare yang mengandung pewangi, paraben, sulfate, dan alkohol.

Pasalnya, meskipun kandungan alkohol memiliki manfaat untuk membantu penyerapan produk, kamu juga harus berhati-hati. Pasalnya ada beberapa jenis alkohol yang buruk dan yang masih aman untuk wajah.

Jenis alkohol baik ini tidak mengiritasi dan sangat bermanfaat bagi kulit, termasuk kulit kering dan sensitif.

Dilansir dari Derm Collective, ini dia jenis alkohol denat baik untuk kulit:

·     Cetearyl alcohol

·     Glycol

·     Cetyl alcohol

·     C12-16

·     Stearyl alcohol

·     Myristyl alcohol

·     Lauryl alcohol

Jenis alkohol di atas diambil dari lemak alami dan minyak, biasanya dari kelapa. Adapun gunanya untuk melembapkan kulit kering, hingga membantu bahan skincare lain meresap.

Mengenal manfaat alkohol pada skincare

Tidak hanya memiliki dampak buruk bagi kulit, faktanya kandungan alkohol juga memiliki beberapa manfaat. Alkohol bertindak sebagai pelarut dalam skincare yang dapat membantu menyatukan berbagai kandungan produk, sehingga produk memiliki tekstur yang lembut dan halus. Zat ini juga dapat membantu memaksimalkan penyerapan produk skincare yang digunakan. SAlkohol juga akan membuat konsistensi produk tersebut agar terasa lebih ringan dan tidak terasa lengket di kulit.

Berkat kandungan anti-bakteri pada alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan pengawet dalam produk skincare.

·        Cetearyl alcohol mampu memberi tekstur pada skincare

Cetearyl alcohol merupakan zat pengemulsi di dalam produk skincare. Zat ini mampu memberikan tekstur pada produk cream dan lotion yang sering digunakan untuk melembapkan kulit. Zat ini aman untuk kulit karena kandunganya diambil dari tumbuh-tumbuhan dan mampu melembapkan dan mencegah iritasi pada kulit.

·        Cetyl alcohol mampu melembapkan kulit

Cetyl alcohol merupakan zat yang berasal dari minyak, yaitu palm oil. Bahan ini mampu bekerja sebagai pengemulsi, pengental, dan carrying agent pada skincare. Meskipun disebut sebagai alkohol, cetyl alkohol tidak bersifat iritasi atau membuat kulit menjadi kering. Bahan ini mampu melembapkan dan menyehatkan kulit. 

·        Behenyl alcohol mampu menghaluskan kulit

·        Behenyl alcohol merupakan salah satu jenis alkohol yang banyak dimasukkan ke dalam produk skincare. Zat ini dapat membantu memberikan perbedaan kekentalan pada sebuah produk, seperti lotion. Behenyl alcohol berbeda dengan jenis alkohol lainnya yang biasanya membuat kulit menjadi kering. Bahan yang satu ini mampu membuat kulit terasa lembut, halus, dan menjaga kelembapan kulit.

2. Jenis Alkohol Buruk

Mengenal dampak buruk penggunaan alkohol pada skincare

Penggunaan skincare yang mengandung alkohol dalam jangka panjang dapat merusak lapisan dermal, sehingga kondisi kulit yang normal akan rentan dan mudah terjadinya iritasi. Lapisan dermal sendiri merupakan pelindung kulit wajahmu. Tidak hanya mampu melindungi kulit dari paparan bakteri, kuman, dan penyebab alergi. Tetapi, lapisan dermal ini juga dapat menjaga kelembapan kulitmu.Salah satu cara pencegahan yang bisa kamu lakukan adalah dengan merasakan reaksi pada kulit ketika mencoba salah satu produk. Lapisan pelindung kulit akan terasa perih, panas, bahkan terasa seperti terbakar saat bahan-bahan yang tidak cocok tersebut diaplikasikan ke wajah beuties.

Simple Alcohol

Sering disebut sebagai ‘bad’ alcohol ini merupakan jenis alkohol yang memiliki molekul lebih kecil, tekstur yang ditawarkan biasanya lebih ringan sehingga mampu memberi efek ‘matte’ pada kulit berminyak. Berfungsi sebagai pengawet dan penghambat pertumbuhan bakteri pada produk. Selain itu ingredient lain seperti Vitamin C dan Vitamin A mampu menembus dan penetrasi lebih efektif.

Namun untuk kamu yang memiliki kulit kering, dan sensitif tidak dianjurkan untuk menggunakan alkohol ini karena hanya akan menimbulkan iritasi pada kulit. Untuk jangka panjangnya alkohol ini dapat menghilangkan minyak alami pada wajah dan beresiko merusak skin barrier sehingga banyak yang menghindari alkohol jenis ini

Berikut ini merupakan jenis alkohol yang tergolong dalam kategori simple alkohol; Alcohol, SD Alcohol, SD Alkohol 40, Denaturated Alcohol, Alcohol Denat, Isopropyl Alcohol, Ethanol, Ethyl Alcohol, Methanol, Methyl Alcohol, Polyvinyl Alcohol, Benzyl Alcohol.

·        Kandungan alkohol jenis ethanol membuat kulit menjadi lebih kering

Pada produk skincare, kandungan alkohol memang dikenal mempunyai reputasi yang mampu membuat kulit menjadi terasa lebih kering. Oleh karena itu, kandungan alkohol yang harus kamu perhatikan saat ingin menggunakan skincare adalah ethanol yang juga memiliki nama lain seperti cisopropyl alcohol dan etyl alcohol. Alkohol jenis ini merupakan jenis alkohol yang cenderung cepat menguap dan menghilangkan kadar minyak pada kulit wajah dengan cepat. Kamu harus berhati-hati karena akan membuat kulit menjadi terasa gatal, timbul merah-merah, memproduksi sebum berlebih, dan menjadi sangat kering.

Sebaiknya, jangan lupa untuk menggunakan hydrating toner setelah mengaplikasikan produk yang mengandung alkohol untuk mengurangi dampak yang akan terjadi pada kulit.

·        Kandungan alkohol berdampak kerusakan kulit secara permanen

Ethanol tidak hanya akan membuat kulit menjadi lebih kering, tapi juga dapat merusak kulit bahkan sampai menyebabkan apoptosis. Apoptosis adalah ketika sel kulit mengalami kemunduran, tidak berkembangan, dan menjadi mati. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencari alternatif lain yang bisa dikatakan lebih aman dan tidak terlalu menguras minyak yang ada pada kulit.

·        Denat alcohol dapat merangsang tumbulnya jerawat

Kandungan turunan alkohol seperti denat alcohol, SD alcohol, dan isopropyl alcohol juga sering ditemukan pada produk skincare untuk jenis kulit berminyak dan berjerawat. Hal ini dikarenakan kandungan ini berfungsi sebagai pelarut dan menyatukan campuran kandungan lain yang ada pada produk. Dapat dikatakan dengan adanya kandungan alkohol tertentu, penyerapan skincare pada kulit akan lebih cepat. Namun, akan ada efek samping seperti dehidrasi, kering dan kandungan minyak jadi akan lebih banyak, karena produksi minyak yang berlebih ini lah jerawat akan terus muncul. Oleh karena itu, kamu peril memiliki produk dengan kandungan alkohol yang aman untuk kulitmu.

·        Stearyl alcohol bisa menyumbat pori-pori pada kulit

Kamu juga perlu berhati-hati dengan alkohol jenis stearyl. Pasalnya, alkohol jenis ini kandungannya mampu menyumbat pori-pori. Namun tidak perlu panik, yang dapat kamu lakukan adalah dengan memilih produk yang tepat agar pori-pori tidak tersumbat. Misalnya, memilih produk yang mengandung retinol atau charcoal. Selain itu, jangan lupakan double cleansing, dengan melakukan metode tersebut kulit akan terasa lebih bersih.

Alkohol buruk yang terdapat di produk skincare dapat memberikan sensasi kering di wajah, menghilangkan minyak, dan terasa ringan. Makanya banyak yang menyukai jenis alkohol ini, terutama bagi beauyaies yang memiliki kulit berminyak.

Tapi manfaat itu hanya terasa sebentar, lalu malah memberikan dampak negatif yang berlangsung lama.

Dilansir dari Everyday Health, beberapa jenis alkohol yang buruk adalah:

  • SD alcohol (40)
  • Denatured alcohol
  • Isopropyl alcohol
  • Ethanol
  • Methanol
  • Benzyl alcohol

Bila beauties menemukan bahan-bahan tersebut di dalam produk skincare, lebih baik tidak usah dibeli, ya.

Biasanya jenis alkohol ini banyak digunakan pada toner dan pelembap gel.

Jenis alkohol di atas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan berbahaya bagi lapisan pelindung kulit.

“Alkohol-alkohol tersebut akan membuat pori-pori semakin besar dan meningkatkan produksi minyak,” jelas Maryam Zamani, MD, dokter ahli kecantikan, sekaligus pendiri MZ Skin, kepada Hello Ava.

“Ethanol pada toner dapat membuat kulit sensitif menjadi kering. Semakin tinggi kandungan alkoholnya, semakin kuat dampaknya pada kulit,” lanjutnya.

Namun, kadang jenis alkohol itu baik untuk beberapa kondisi, misalnya dalam mengatasi jerawat membandel.

“Tidak masalah jika menggunakannya untuk perawatan jerawat, karena tujuannya untuk membuat infeksi jerawat tersebut jadi kering. Alkohol juga digunakan untuk mengurangi minyak berlebih di kulit sebelum ahli perawatan kulit mengaplikasikan chemical peel. Hal itu berguna untuk memastikan peel masuk ke lapisan kulit secara mendalam,” terang ahli kecantikan selebriti, RenĂ©e Rouleau kepada Byrdie.com.

Manfaat Alkohol

1. Melawan Bakteri

Isopropyl adalah istilah teknis untuk alkohol denat. Ini relatif murah dan banyak tersedia di toko obat tanpa resep, biasanya terletak di lorong pertolongan pertama.

Sebagian besar alkohol gosok yang dijual bebas mengandung 70% isopropil, sisanya terdiri dari air atau minyak.

Alkohol gosok dikatakan dapat melawan bakteri dan mikroba berbahaya lainnya.

Efek tersebut membuat alkohol denat gosok dan bahan lain yang mengandung alkohol penting untuk membersihkan luka dan mendisinfeksi permukaan.

Alkohol juga merupakan bahan utama dalam banyak pembersih tangan.

Namun, potensinya hanyalah salah satu bagian dari kunci untuk memahami alkohol denat gosok.

Saat alkohol bersentuhan dengan kulit kita, ia mendisinfeksi dengan menghancurkan bakteri. Ini mencakup semua jenis, tidak hanya yang berbahaya.

2. Membantu Pengobatan Jerawat

Alkohol juga menguap dengan cepat, yang menjadikan zat ini ideal untuk persiapan injeksi dan penggunaan medis lainnya.

Secara teori, efek antibakteri dan antimikroba dari alkohol gosok dapat membantu untuk pengobatan jerawat.

Hal ini terutama terjadi pada jerawat inflamasi, yang sering kali disebabkan oleh bakteri P. acnes. Jerawat inflamasi terdiri dari:

  • Nodul
  • Papula
  • Pustula
  • Kista yang sulit disembuhkan

Alkohol denat gosok kemungkinan tidak akan bekerja dengan cara yang sama untuk jerawat yang tidak meradang (komedo dan komedo putih).

Jenis jerawat ini tidak disebabkan oleh bakteri dan organisme lain. Komedo dan komedo putih disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat.

Namun, efek pengeringan alkohol dapat mengeringkan sel kulit mati, yang secara teori dapat mengurangi timbulnya pori-pori tersumbat.

Sisi negatif dari penggunaan bahan desinfektan yang kuat seperti alkohol gosok untuk jerawat adalah bahwa hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung metode tersebut.

Penelitian pada manusia diperlukan untuk menilai dengan benar efek alkohol gosok untuk menentukan apakah ini adalah bentuk perawatan jerawat yang bermanfaat.

Menurut jurnal yang diterbitkan dalam International Journal of Women's Dermatologytentang perawatan jerawat untuk wanita dewasa dengan acne vulgaris mencatat berbagai bahan aktif OTC dan resep yang bermanfaat untuk jerawat, seperti benzoyl peroxide.

Ulasan tersebut juga melihat minyak esensial, seperti kayu putih dan jojoba. Namun, tidak disebutkan alkohol gosok saja sebagai pengobatan jerawat yang efektif.

Tinjauan klinis lain juga melihat antibakteri untuk pengobatan jerawat, di antara bahan aktif lainnya.

3. Persentase Kecil

Para penulis mencatat bahwa antibakteri seperti retinoid yang diresepkan akan membantu untuk kasus jerawat ringan hingga sedang.

Jadi sebelum menggunakan alkohol gosok pada wajah, pastikan Moms memilih alkohol denat isopropil yang tidak lebih dari 70% etanol.

Meskipun tersedia di toko obat dalam formula alkohol 90%, ini terlalu kuat untuk kulit kita, dan sama sekali tidak perlu.

Idealnya, beauties harus mulai dengan persentase yang lebih rendah untuk melihat apakah ini berhasil tanpa membuat kulit terlalu kering.

Sumber

·     https://www.beautynesia.id/beauty/2-jenis-alkohol-dalam-skincare-yang-baik-untuk-kulit/b-213890#:~:text=2%20Jenis%20Alkohol%20Dalam%20Skincare%20Ini%20Penting%20Untuk,Lanolin%20Alcohol%2C%20Lauryl%2C%20Alcohol%2C%20Linoleyl%20Alcohol%2C%20Oleyl%20Alcohol.

·     https://uk.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210GB91215G0&p=https%3A%2F%2Fwww.orami.co.id+mengenal+alkohol+denat

·     https://www.beautynesia.id/beauty/fakta-di-balik-baik-dan-buruknya-kandungan-alkohol-dalam-skincare/b-194303


Komentar

Postingan Populer