EFEKTIFITAS NIACINAMIDE BERDASARKAN PRESENTASENYA


 

HI BEUTIES......... Long time no see 
Update terbaru kali ini kita membahas efek Niacinamide berdasarkan persentase dan keefektifannya 


Niacinamide (nicotinamide) adalah salah satu senyawa amid aktif dari turunan vitamin B3, vitamin yang larut dalam air. Selain dihasilkan secara alami oleh tubuh, senyawa ini sebenarnya juga dapat diperoleh dari makanan seperti daging, ikan, susu, telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan gandum. 
Niacinamide terbukti bermanfaat untuk perawatan kulit, keefektifannya tergantus konsentrasi yang digunakan dalam produk, Berikut adalah penjelasan mengenai efek niacinamide berdasarkan persentasenya: 

Niacinamide 1-2%: Efek Menenangkan dan Meningkatkan Hidrasi

   - Manfaat: Konsentrasi rendah ini sangat cocok untuk kulit sensitif, membantu memperbaiki fungsi pelindung kulit (skin barrier), meningkatkan hidrasi, dan mengurangi iritasi. 

   - Keefektifan: Ideal untuk pemula atau orang dengan kulit yang mudah bereaksi terhadap bahan aktif

Niacinamide 3-5%: Efek untuk Anti-Aging dan Mencerahkan Kulit

   - Manfaat : Pada konsentrasi ini, niacinamide efektif dalam mengurangi kerutan halus, meningkatkan elastisitas kulit, serta memperbaiki tekstur kulit. Selain itu, ini membantu mengurangi hiperpigmentasi ringan hingga sedang. 

   - Keefektifan : Cocok untuk pengguna yang ingin meningkatkan kecerahan kulit sekaligus mendapatkan manfaat anti-aging.. 

Niacinamide 6-10%: Efek Mengurangi Produksi Sebum dan Jerawat

   - Manfaat: Konsentrasi lebih tinggi ini biasanya digunakan untuk mengontrol produksi minyak berlebih, mengurangi jerawat, dan menyamarkan pori-pori. 

   - Keefektifan : Efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat, tetapi dapat menyebabkan iritasi pada beberapa jenis kulit sensitif.  

Niacinamide >10%: Risiko Iritasi

   - Manfaat : Walaupun dapat memberikan manfaat yang lebih intensif, konsentrasi di atas 10% memiliki risiko iritasi yang lebih tinggi. Tidak semua kulit dapat mentolerir kadar ini, sehingga pengguna perlu berhati-hati. 

   - Keefektifan : Disarankan hanya untuk kulit yang sudah terbiasa dengan niacinamide atau digunakan di bawah pengawasan dermatologis.  

Namun Beuties, penggunaan niacinamide dapat menyebabkan jerawat tampak "makin subur" pada sebagian orang yang disebabkan oleh beberapa faktor berikut:  

 1. Reaksi Purging (Pembersihan Kulit) 

 " Niacinamide dapat meningkatkan pergantian sel kulit dan membantu membersihkan pori-pori dari kotoran atau minyak yang terperangkap. Selama proses ini, jerawat yang sudah terbentuk di bawah permukaan kulit dapat muncul ke permukaan lebih cepat, yang sering disalahartikan sebagai "jerawat bertambah."  

   - Ciri-Ciri Purging :  

     - Terjadi di area wajah yang biasanya rentan berjerawat.  

     - Biasanya berlangsung selama 2-6 minggu sebelum kulit membaik.  

2. Iritasi Kulit

 Niacinamide pada konsentrasi yang terlalu tinggi atau dipadukan dengan bahan lain yang keras (seperti asam eksfoliasi) dapat menyebabkan iritasi, yang berujung pada munculnya jerawat.  

   - Solusi: Mulailah dengan konsentrasi rendah (1-2%) dan hindari menggabungkan niacinamide dengan bahan aktif lain seperti retinol atau AHA/BHA secara bersamaan, terutama pada kulit sensitif.  

3. Reaksi Alergi atau Sensitivitas Kulit

 Meskipun jarang, beberapa orang mungkin alergi terhadap niacinamide atau bahan pendukung dalam produk skincare, yang dapat menyebabkan breakout atau peradangan. 

Gejala: Jerawat disertai kemerahan, rasa gatal, atau pembengkakan.  

   - Solusi: Lakukan uji tempel (patch test) sebelum penggunaan penuh untuk memastikan kulit Anda tidak alergi.  

 4. Kondisi Kulit yang Tidak Cocok dengan Niacinamide

  Niacinamide adalah bahan aktif yang multifungsi, tetapi tidak cocok untuk semua jenis kulit. Pada beberapa individu dengan kulit yang sangat berminyak atau sangat sensitif, niacinamide dapat memengaruhi keseimbangan minyak dan memperparah jerawat.  

   -Solusi: Ganti produk dengan konsentrasi lebih rendah atau konsultasikan dengan dokter kulit.  

5. Penggunaan Produk yang Tidak Tepat

Kadang-kadang, jerawat muncul karena penggunaan produk yang mengandung niacinamide tetapi tidak cocok dengan formula atau bahan lain dalam produk tersebut. Misalnya, pelembap terlalu berat atau tambahan minyak dalam produk.  

   - Solusi : Pilih produk dengan formula ringan, terutama jika Anda memiliki kulit berminyak atau berjerawat.  

Tips Cara Mengatasi Jerawat yang Memburuk Karena Niacinamide  

1. Mulai dari Konsentrasi Rendah : Gunakan produk dengan niacinamide 2-5% sebelum mencoba konsentrasi yang lebih tinggi.  

2. Gunakan Secara Bertahap: Aplikasikan niacinamide 2-3 kali seminggu dan tingkatkan frekuensinya sesuai toleransi kulit.  

3. Hindari Kombinasi Berlebih : Jangan gabungkan dengan bahan aktif yang kuat pada rutinitas yang sama untuk menghindari iritasi.  

4. Perhatikan Respons Kulit : Jika jerawat terus memburuk setelah lebih dari 6 minggu, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dermatolog.  


DAFTAR PUSTAKA 

1. Draelos, Z. D. (2019). "The Role of Niacinamide in Dermatology." The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 12(4), 20-26. 

2. Gehring, W. (2004). "Niacinamide and the Skin." Journal of Cosmetic Dermatology, 3(2), 88-93. 

3. Bissett, D. L., Oblong, J. E., & Berge, C. A. (2005). "Niacinamide: A B Vitamin that Improves Aging Facial Skin Appearance." Dermatologic Surgery, 31(7), 860-865. 

4. Green, L. J., & Del Rosso, J. Q. (2013). "Topical Niacinamide: Role in Dermatology." Cosmetic Dermatology, 26(4), 155-160. 

5. Mukherjee, S., Date, A., Patravale, V., et al. (2006). "Retinoids in the Treatment of Skin Aging: An Overview of Clinical Efficacy and Safety." Clinical Interventions in Aging, 1(4), 327-348. 

6. Dutta, P., Das, S., & Saha, P. (2017). "Niacinamide and its Role in Skin Barrier Repair." International Journal of Dermatology Research, 2(3), 45-50. 

7. Patel, M., & Johnson, D. (2021). "Understanding the Skin Purging Process with Active Ingredients." Dermatology Reviews, 15(2), 112-118. 

8. Shah, N., & Batra, A. (2020). "Niacinamide and Acne: Evaluating the Link." Journal of Dermatological Treatments, 31(5), 580-586. 

9. Monheit, G. (2018). "Skin Irritation and Sensitivity Associated with Topical Skincare Products." Journal of Clinical Dermatology, 14(6), 300-305. 

10. Harper, J. C., & Thiboutot, D. M. (2020). "The Pathogenesis of Acne and the Role of Active Ingredients." Journal of Clinical and Experimental Dermatology, 12(3), 250-260.  

Komentar

Postingan Populer